• Jelajahi

    Copyright © Pena Pedia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    PUISI "SEKOLAHKU KINI"

    22/09/20, 16:38 WIB Last Updated 2020-09-22T09:40:33Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


     

     "Sekolahku kini"
    Karya : Darmalasari, S. Pd

    Perlahan kulangkahkan kaki
    Menuju gerbang sekolahku
    Kuarahkan pandangan ke seluruh sudut sekolah
    Sepi.....


    Tidak kulihat teman teman berlarian di lapangan
    Tidak kudapati para orang tua mengantarkan anaknya
    Yang kulihat hanya bapak penjaga sekolah sendirian...
    Duduk termenung menatap ke arah lapangan


    Kudekati beliau yang tak sadar kehadiranku
    Kusapa dengan tepukan lembut di bahunya
    Ia menoleh dan melemparkan senyuman
    Senyum bahagia karena masih ada anak yang ke sekolah


    Ia merasa sepi tanpa kedatangan kami
    Sama sepertiku saat ini..
    Sangat merindukan sekolahku yang dulu
    Riuh, ramai dengan aktivitas normalku


    Semoga pandemi ini segera berakhir
    Menjauh dan menepi
    Meninggalkan kami untuk selamanya
    Tanpa ada rasa yang harus kami sesali

     

     

        Puisi ini merupakan tugas akhir pendalaman materi Bahasa Indonesia pad PPG Dalam Jabatan angatan 3 di UMM yang saya jalani. Dari puisi ini kemudian dibuatlah sebuah parafrasenya. Parfrase tidak ditentukan dalam bentuk apa, namun saya memilih untuk membuat sebuah cerita pendek yang menjadikan penulis sebagai tokoh utama dalam cerita tersebut. 

    Berikut adalah parafrase dari puisi di atas yang sudah saya buat. 

                                                                Sekolahku Kini
        Biasanya setiap hari, aku pergi ke sekolah bersama dengan teman-temanku. Mengayuh sepeda dari rumah ke sekolah. Setiap pagi sebelum memasuki gerbang sekolah kami biasanya disambut oleh bapak dan ibu guru yang bertugas hari itu. Kebiasaan kami senyum, sapa, salam setiap memasuki gerbang sekolah menjadi kebiasaan yang sudah kami lakukan selama bersekolah disini. Namun berbeda untuk hari ini, aku datang ke sekolah seorang diri. Perlahan namun pasti aku memasuki gerbang sekolah yang serasa asing bagiku. Seluruh penjuru sekolah sepi, tidak seperti biasanya.


    Aku terus melangkah masuk. Lapangan sekolah yang biasanya ramai dengan teman-teman yang berlarian atau sekedar memainkan bola sudah tidak terlihat. Aktivitas pagi yang ramai dengan orang tua yang mengantarkan anak-anaknya tidak terlihat saat itu. Aku mendekati penjaga sekolah yang duduk sendirian ditengah lapangan. Aku menyapanya dengan riang seperti biasa.


    “ Assalamualaikum Bapak... “


    Beliau menoleh dan tersenyum kepadaku. Sambil membalas salam ku


    “ wa’alaikumsalam neng.. sendirian saja?” ucapnya.


    “iya nih, mau ketemu ibu guru buat nganterin buku ini” lanjutku sambil menunjukkan tas plastik yang berisi buku yang aku pinjam sebelum libur panjang ini.


    “o... ibunya ada di kantor” sambil menunjuk ke arah kantor  


    “baiklah, saya duluan pak “ aku mengakhiri percakapanku dengan penjaga sekolah itu.


    Aku memasuki ruangan majelis guru, disitu ibu guru sudah menunggu kedatanganku. Ya, kami melakukan janji untuk bertemu setelah ibuku menelpon ibu guru semalam. Kali ini, aku tidak bersalaman dengan ibu guru. Janggal rasanya, namun aku tidak dapat melakukan itu karena mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.


    Ibu guru tersenyum dan menanyakan kabarku, kabar keluargaku dan juga teman-temanku yang dekat dengan rumahku. Aku menjawab sesuai pengetahuanku. Terlihat sendu mata ibu guru menahan rindu. Aku membalas senyuman ibu guru sambil meletakkan tas plastik berisi buku di atas meja. Ibu guru memintaku untuk langsung pulang kerumah, tak lupa beliau menitipkan salam kepada keluarga dan teman-teman yang aku temui. Bu guru berpesan“sampaikan salam rindu Ibu untuk teman-teman yang kamu temui, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan. Masker selalu dipakai, jangan berkumpul jika tidak terlalu diperlukan”.


    “ baik bu.... kami juga sangat merindukan ibu. Saya pulang dulu bu, Assalamualaikum” tutupku sebelum membalikkan badan dan pulang.


    Dalam perjalanan menuju gerbang, aku bertemu dengan Bapak penjaga sekolah tadi. Tanpa ditanya, bapak tersebut berbicara kepadaku


    “sepi sekali sekarang ini... biasanya jam segini Bapak lihat kalian berlarian di lapangan. Main bola, atau hanya sekedar berkumpul di bawah pohon itu” sambil menunjuk ke arah pohon ketapang rimbun yang biasanya aku dan teman-teman selalu duduk di bawahnya.


    “iya pak. Semoga bisa cepat sekolah lagi. kami juga rindu untuk bisa sekolah lagi” ucapku.


    “aamiin... semoga cepat selesai pandemi ini ya neng”..


    “aamiin...” balasku


    “ sekarang mau kemana lagi?” sambung bapak penjaga sekolah.


    “ saya mau pulang pak.... ibu sudah berpesan untuk tidak kemana-mana setelah mengantarkan buku” jawabku.


    “ baiklah.. hati-hati di jalan” sambungnya


    “terimakasih pak.. assalamualaiku” ucapku


    “waalaikumsalam” terdengar lirih salam balasan yang diucapkan bapak itu.


    Di dalam hati aku berkata “aku sangat merindukan sekolah ini. Seperti biasa riuh, ramai dan penuh dengan aktivitas teman-teman ku” semoga pandemi ini berakhir tanpa harus meninggalkan bekas yang terlalu menyakitkan untuk kami.


    Demikian puisi dan parafrasenya semoga dapat menjadi referensi teman-teman semua dalam membuat puisi dan menjadikannya sebuah parafrase. Catatan sedikit dari saya :ketika diminta untuk mengembangkan sebuah puisi menjadi parafrase, sebaiknya buatlah sebuah cerita dari puisi tersebut

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini